Showing posts with label TIPS AND TRICK. Show all posts
Showing posts with label TIPS AND TRICK. Show all posts

Wajah yang fotogenik adalah wajah yang terlihat cantik dan ganteng saat di foto. Semua orang aslinya berwajah cantik dan ganteng (tidak semua, tapi anda tahu point saya kan..?) namun keistimewaan masing-masing wajah tersebut banyak yang hilang saat sudah ada di depan kamera karena nervous, kaku, tak tahu triknya dan banyak hal lainnya. Fotogenik banyak orang bilang adalah sifat bawaan, luwes di depan kamera. Namun yang tidak luwes-pun asal tahu triknya bisa belajar dan meniru yang berbakat.

Dari sisi fotografer, memotret wajah juga membutuhkan keahlian khusus. Fotografer portrait memiliki kemampuan menilai wajah orang yang akan difoto lalu memotretnya dengan teknik, angledan cahaya serta kalau perlu make-up tertentu supaya terlihat cantik dan ganteng maksimal.

Dan meski anda bukan fotografer portrait, akan selalu datang saat kita di minta memotret wajah orang lain dan harus bisa mengarahkan agar wajah yang anda potret tampil maksimal di depan kamera bukan lebih buruk dibanding aslinya. Untuk membantu anda (baik fotografer maupun modelnya), berikut ini 9 tips umum agar wajah lebih terlihat cantik dan ganteng saat di foto:

Wajah yang fotogenik adalah wajah yang terlihat cantik dan ganteng saat di foto. Semua orang aslinya berwajah cantik dan ganteng (tidak semua, tapi anda tahu point saya kan..?) namun keistimewaan masing-masing wajah tersebut banyak yang hilang saat sudah ada di depan kamera karena nervous, kaku, tak tahu triknya dan banyak hal lainnya. Fotogenik banyak orang bilang adalah sifat bawaan, luwes di depan kamera. Namun yang tidak luwes-pun asal tahu triknya bisa belajar dan meniru yang berbakat.

Dari sisi fotografer, memotret wajah juga membutuhkan keahlian khusus. Fotografer portrait memiliki kemampuan menilai wajah orang yang akan difoto lalu memotretnya dengan teknik, angledan cahaya serta kalau perlu make-up tertentu supaya terlihat cantik dan ganteng maksimal.

Dan meski anda bukan fotografer portrait, akan selalu datang saat kita di minta memotret wajah orang lain dan harus bisa mengarahkan agar wajah yang anda potret tampil maksimal di depan kamera bukan lebih buruk dibanding aslinya. Untuk membantu anda (baik fotografer maupun modelnya), berikut ini 9 tips umum agar wajah lebih terlihat cantik dan ganteng saat di foto:


9 Tips Agar Wajah Lebih Fotogenik

Wajah yang fotogenik adalah wajah yang terlihat cantik dan ganteng saat di foto. Semua orang aslinya berwajah cantik dan ganteng (tidak semua, tapi anda tahu point saya kan..?) namun keistimewaan masing-masing wajah tersebut banyak yang hilang saat sudah ada di depan kamera karena nervous, kaku, tak tahu triknya dan banyak hal lainnya. Fotogenik banyak orang bilang adalah sifat bawaan, luwes di depan kamera. Namun yang tidak luwes-pun asal tahu triknya bisa belajar dan meniru yang berbakat.

Dari sisi fotografer, memotret wajah juga membutuhkan keahlian khusus. Fotografer portrait memiliki kemampuan menilai wajah orang yang akan difoto lalu memotretnya dengan teknik, angledan cahaya serta kalau perlu make-up tertentu supaya terlihat cantik dan ganteng maksimal.

Dan meski anda bukan fotografer portrait, akan selalu datang saat kita di minta memotret wajah orang lain dan harus bisa mengarahkan agar wajah yang anda potret tampil maksimal di depan kamera bukan lebih buruk dibanding aslinya. Untuk membantu anda (baik fotografer maupun modelnya), berikut ini 9 tips umum agar wajah lebih terlihat cantik dan ganteng saat di foto:

1. Hindari Memotret Wajah Dari Sudut Yang Terlalu Rendah

Kecuali anda ingin memperoleh efek tertentu, hindari memotret wajah dari sudut yang terlalu rendah. Tempatkan lensa sejajar mata atau sedikit lebih tinggi. Video di bawah ini adalah contoh ekstrim bagaimana penempatan kamera yang terlalu rendah membuat perempuan cantik menjadi terlihat sangat jelek.

2. Perhatikan Panjang Focal Lensa Dan Jarak Wajah Dengan Lensa

Panjang focal lensa dan jarak antara lensa dengan wajah bisa memengaruhi bagaimana wajah terlihat di foto. 


Untuk foto wajah, panjang focal lensa yang paling ideal adalah antara 70 – 150mm. Itulah kenapa lensa prime dengan spesialisasi portrait bisanya memiliki panjang focal 85mm, 90mm atau 135mm. Saat terpaksa harus memotret dengan lensa lebih lebar, perhatikan angle dan jarak. Lensa lebar mudah menyebabkan distorsi sehingga hidung akan tampak lebih besar, untuk mengatasinya dekatkan ke lensa ke wajah sampai distorsi-nya tampak minimal.


3. Buat Mata Menjadi Lebih Atraktif

Model dengan jam terbang tinggi mengenal apa yang disebut squinching, yakni sedikit memicingkan mata agar mata terlihat lebih hidup dan atraktif. Dengan kata lain, membuat mata lebih tersenyum ramah. Kita semua tahu bahwa mata adalah jendela jiwa, dengan membuat mata tampak tersenyum maka tampang kita secara keseluruhan akan tampak lebih menarik. Perhatikan tiga foto di bawah ini. Teknik squinching untuk membuat mata lebih hidup digunakan pada foto di ujung kanan. terlihat sangat berbeda bukan?


4. Perhatikan Posisi Badan

Memotret wjah dengan badan tegak lurus menatap kamera sudah membosankan. Cobalah posisi ini, miringkan pundak ke arah kamera kira-kira 30 derajat. Selain membuat wajah terlihat lebih rileks, mereka yang badannya subur bisa terlihat lebih ramping.

5. Jangan Terlalu Lama Tersenyum, Nanti Kecut

Tersenyum terlalu lama di depan kamera bisa membuat wajah jadi kecut, senyum model terlihat palsu dan memaksa. Untuk itu, kembangkan senyum di bibir secara spontan sesaat sebelum jari fotografer memencet tombol shutter.
6. Perkuat Garis Dagu

Fotografer portrait ternama, Peter Hurley, mengajarkan ke orang-orang yang di potretnya agar membawa dagu mereka sedikit condong ke depan. Tujuannya adalah agar garis dagu terlihat lebih kuat dan tegas sehingga wajah secara keseluruhan terlihat lebih cantik/ganteng. 

7. Rileks

Agar fotogenik, seorang model atau bahkan simbok di pasar harus dalam kondisi santai saat di foto. Cobalah cairkan suasana kaku dengan membuka percakapan tentang apa saja, bisa di mulai dengan cuaca, kuliner sampai hobi. Dengan ngobrol, mata objek foto akan lebih “menyala” karena di ajak berpikir. Seorang fotografer harus jauh lebih rileks dibanding sang model (apalagi jika modelnya amatir) untuk membangun atmosfer yang santai dan menyenangkan.
8. Perhatikan Wajah Dengan Karakter Khusus

Ada yang memiliki kuping lebih besar dan lebar dibanding kebanyakan orang, ada yang memiliki banyak jerawat dan bekas jerawat, ada yang hidungnya lebih pesek. Untuk model yang memiliki karakter wajah khusus seperti ini, perhatikan beberapa trik sederhana untuk membantu mereka tampak lebih istimewa. 

9. Perhatikan Dan Perbaiki

Saat di foto sebagai model, perhatikan dengan seksama momen saat fotografer mengambil eksposure. Hindari kesalahan-kesalahan kecil yang tidak perlu seperti mulut melongo, mata melirik ke samping, mata terpejam atau muka yang tampak tak siap. Sang fotografer juga harus mengarahkan agar model lebih maksimal megeluarkan pose dan tampang terbaiknya berdasar beberapa teknik di atas.

Setelah beberapa foto, amati bersama hasilnya (antara model dan fotografer). Diskusikan kekurangan yang akan diperbaiki secara terbuka. Dalam hal ini, kemampuan komunikasi yang jelas dan terbuka namun tetap ramah dan santai menjadi kunci.

Sumber : Belfot

TIPS MEMOTRET MODEL DAN POSENYA - Bagi banyak fotografer ketika menghadapi hal ini sedikit banyak akan merasa lebih tertarik memotret landscape daripada berhadapan dengan model yang notabene adalah saudara, teman atau non-profesional model lainnya, karena kalian harus memberikan instruksi bagaimana mereka harus berpose.

Kali ini di Fotografi akan memberikan beberapa tips dasar bagaimana mereka berpose, tetapi perlu diingat tugas utama kalian sebagai fotografer adalah bagaimana membuat mereka merasa santai dan nyaman didepan kamera, jika itu tercapai, maka percayalah semua proses pemotretan akan mengalir secara alami. Sobat sebelum pemotretan di dalam studio juga bisa mencari referensi pose melalui majalah, buku, galeri foto sehingga kalian mendapatkan ide-ide segar tentang pose yang kalian cari.

Hal yang terpenting bukan saja bagaimana pose model kalian. Sobat juga perlu mempertimbangkan angle kalian sendiri, ketinggian kamera saat memotret tentu memberikan dampak tersendiri bagi hasil akhir foto kalian bukan ? Berikut ini adalah Tiga angle yang bisa kalian gunakan dan hasil foto akhirnya :

TIPS MEMOTRET MODEL DAN POSENYA
Angle Tinggi
Posisi kamera yang sedikit lebih tinggi dari model/subyek seringkali bisa memberikan hasil yang lebih menarik. Pada umumnya akan membuat wajah model lebih kurus. Perhatikan bahwa bagian leher dan rahang terlihat lebih jelas, jangan memposisikan kamera terlalu tinggi, karena posisi tersebut akan sedikit terlihat aneh.

Angle Sejajar (Eye Level)
Angle Eye level dengan pencahayaan yang tepat bisa digunakan pada banyak kondisi. Perhatikan bahwa ketinggian kamera akan berdampak pada bagaimana hasil foto portrait kalian. Layar LCD kamera kalian memiliki peran penting untuk membantu kalian mereview kembali hasil akhir foto. Jika tinggi badan Sobat lebih rendah dari model, maka gunakan kotak atau tangga kecil untuk mencapai ketinggian yang pas.

Angle Rendah
Prinsip angle rendah pada umumnya adalah: semakin rendah angle yang kalian gunakan maka akan berkurang juga daya tarik foto portrait kalian. Angle ini tidak membuat subyek kalian semakin ramping, Angle ini sering digunakan untuk foto-foto coorporate, dimana para pemimpin atau direktur perusahaan tersebut bisa mendapatkan kesan besar dan berkuasa.

TEKNIK MEMOTRET FOTOGRAFI MODEL OUTDOOR - Kali ini kita akan mengulas mengenai fotografi model outdoor. Berbicara soal outdoor, pasti yang harus kita pikirkan adalah lokasinya. Karena fotografi tak lepas dari faktor pencahayaan, tentunya kita juga harus memperhatikan pencahayaan di lokasi yang akan kita gunakan untuk memotret.

TEKNIK MEMOTRET FOTOGRAFI MODEL OUTDOOR
Tentukan lokasi
Menentukan lokasi adalah langkah pertama yang harus kamu lakukan. dalam fotografi outdoor, lokasi adalah faktor yang sangat menentukan bagus tidaknya foto. Setelah menemukan lokasi, cobalah untuk memotret beberapa kali untuk melihat kualitas cahaya di lokasi tersebut.

Bawalah seorang teman untuk menjadi PA (Photo Asisstant)
Memotret outdoor memberi kamu beberapa keuntungan, selain pemandangan yang bagus dalam situasi tertentu kamu dapat menggunakan cahaya alami. Namun ada juga kerugiannya, seperti kamu harus berjalan jauh untuk menemukan spot, angin, dan pencahayaan yang sesuai. membawa seorang PA dapat membantumu membawa peralatan, menahan reflektor, mengarahkan gaya untuk model, sehingga kamu bisa lebih fokus pada pemotretan.

Pertimbangan Pencahayaan
Pencahayaan saat memotret outdoor dapat menggunakan flash atau cahaya alami. Keuntungan menggunakan flash adalah untuk menambah estetika dari model yang akan kamu potret. Flash dapat membantu memunculkan dimensi dari lekukan tubuh sang model. Misalkan kamu ingin menonjolkan bentuk tubuh sang model, maka tambahkan flash di belakang model (backlight) agar pinggiran siluet tubuh sang model lebih menonjol. Atau dengan menambahkan soft box atau membias cahaya flash pada saat memotret close up dibagian bawah wajah, kamu dapat menciptakan lighting yang lebih lembut sehingga membuat kulit model terlihat lebih mulus.

Beri jarak antara kamu dan model.
Tiodak seperti di dalam studio, memberi jarak saat memotret model dapat membantu kamu untuk membuat efek bokeh atau menggunakan lensa panjang untuk mendapatkan panorama yang bagus.

Modelmu adalah subjek, lokasi hanya pelengkap
Jangan lantaran kamu memotret outdoor, jadi mengesampingkan model yang justru merupakan subjek fotomu. Di sini maksudnya, jangan boros dengan background dan tetap letakkan fokus pada modelmu.

TEKNIK FILL-IN FLASH PADA FOTO POTRAIT - Penggunaan flash saat foto potrait di tempat outdoor saat siang hari ternyata bisa menghasilkan foto yang dramatis. catchlight yang terbentuk di bagian mata model/subyek akan menambah daya tarik foto portrait, kulit model juga akan terlihat lebih lembut, dan hal terpenting adalah berkurangnya shadow atau bayangan dibagian wajah subyek.

TEKNIK FILL-IN FLASH PADA FOTO POTRAIT
Jangan menggunakan flash hanya sebagai cahaya pelengkap/komplemen bagi matahari, tetapi cobalah menggunakan cahaya flash lebih dominan dibanding cahaya matahari. Untuk melakukannya Sobat membutuhkan sebuah kamera yang memiliki kecepatan flash-sync yang cukup cepat. Kabar baiknya adalah kamera DSLR yang beredar dipasaran sekarang ini mampu melakukan sync pada kecepatan shutter 1/250 detik, dan bahkan lebih cepat dari itu. Tujuannya adalah membuat scene menjadi under exposure dan membuat subyek hampir diselimuti oleh bayangan, dan kemudian terangi subyek menggunakan flash agar terkesan membuat pencahayaan ala studio diluar ruangan. Mungkin kalian akan berpikir untuk melakukan ini diperlukan flash studio yang kuat agar bisa menerangi subyek yang berada diluar ruangan, dan jawabanya adalah tidak!! Flash SB-600 sudah cukup untuk melakukan teknik fill-in flash ini.

Pengaturan scene pemotretan
Pemilihan lokasi pemotretan adalah salah satu hal penting untuk mencapai keberhasilan foto portrait ini. Memang sih Sobat bisa menggunakan teknik ini di tempat manapun, tapi cobalah cari tempat atau lokasi teduh dengan background terang. Penempatan seperti ini akan membuat subyek berada di bawah naungan bayangan, dan berarti ada sedikit ambient light jatuh ke subyek pada saat pengambilan exposure (pemotretan). Teknik ini memiliki dampak gelapnya bagian background, dan ini akan bekerja dengan maksimal pada siang hari yang berawan.

Teknik Fill-in Flash
Setelah mendapatkan lokasi yang tepat, sekarang tempatkan subyek dalam scene dan mintalah mereka untuk berpose. Penempatan flash "off-shoe" akan menghasilkan foto lebih baik ketimbang menempatkan flash di kamera DSLR kalian. Flash yang dilengkapi dengan perangkat wireless sempurna untuk melakukan teknik ini. Penggunaan slave flash juga merupakan ide bagus jika Sobat memotret dibawah naungan bayangan, tetapi biasanya tidak bekerja dengan bagus pada kondisi yang terang.

Pilih sudut yang tepat saat menerangi subyek kalian. Sudut 45 derajat di sisi kanan atau kiri sering digunakan pada teknik ini. Posisi tepatnya tergantung dari darimana arah ambient light berasail. Kebanyakan flash dilengkapi dengan stand kecil sehingga bisa dipasang di tripod atau lighting stand, tetapi jika Sobat bisa meminta bantuan orang lain untuk memegang dan memposisikan flash jika tidak memilikinya.

Cobalah untuk menggunakan mode manual atur ISO ke angka 100 (terendah), gunakan shutter speed dengan kecepatan flash-sync secepat yang kamera mampu, biasanya di sekitaran 1/250 detik. Coba lihat metering tanpa menembakkan flash dan rubah ukuran aperture sehingga menghasilkan langit gelap yang manis :), pada kondisi langit terang penggunaan aperture f/16 bisa jadi awal yang bagus.

Setelah melakukan uji coba pada background tanpa flash, sekarang nyalakan flash dengan kekuatan penuh dan ambil foto sekali lagi ! Cahaya flash sekarang akan menerangi subyek foto kalian. Jika cahaya flash terlampau terang, maka turunkan power flash atau perlebar jarak antara flash dengan subyek, coba potret ulang sampai Kalian mendapatkan hasil yang kalian inginkan.

Beberapa tips lain yang bisa Sobat gunakan
  • Menempatkan subyek di bawah naungan atau bayangan membuat ambient light berdampak kecil pada subyek dan membuat cahaya flash tampak lebih menonjol.
  • Buatlah background sedikit lebih gelap dari biasanya.
  • Gunakan flash secepat mungkin ketika dalam posisi flash-sync.
  • Kalian bisa menggunakan perangkat studio seperti diffuser.
  • Untuk memperhalus bayangan atau menambah intensitas cahaya, Sobat bisa menggunakan flash tambahan.
  • Posisikan matahari dibelakan subyek (backlight).
  • Naikkan saturasi hasil foto kalian saat post-processing agar mendapatkan nuansa lebih dramatis.

PENEMPATAN LIGHTING STUDIO FOTO SEDERHANA - Kalian bisa menggunakan satu Main light di posisi yang dirasa tepat, dan kemudian posisikan sebuah reflektor sebagai sumber cahaya kedua, pengaturan lighting sederhana tersebut sudah bisa memulai langkah awal Sobat InFotografi dalam fotografi studio.

ketinggiani, angle, power dan jarak sumber cahaya akan memberikan dampak pada bentuk wajah subyek kalian. Yang perlu digaris bawahi adalah coba cermati bagaimana cahaya jatuh ke subyek kalian. Gunakan layar LCD untuk mereview foto - foto yang kalian ambil, terkadang merubah ke preview mode monochrome bisa membantu kalian untuk memfokuskan ke bentuk, tone serta bayangan yang jatuh ke area wajah sehingga kalian bisa memvisualisasikan hasil akhir foto portrait anda.

PENEMPATAN LIGHTING STUDIO FOTO SEDERHANA
PENEMPATAN MAIN LIGHT
PENEMPATAN LIGHTING STUDIO FOTO SEDERHANA
Tinggi
Pada banyak pemotretan kalian mungkin akan memposisikan Main Light di atas model. Perhatikan bagaimana bayangan dari hidung jatuh ke sisi bawah wajah dan terkesan memperpanjang fitur hidung. Idealnya menginginkan bayangan hidung untuk menunjuk ke ujung bibir. Bentuk segitiga cahaya pada pipi di sisi bayangan sering disebut dengan Rembrandt Lighting, dan untuk mendapatkan efek pencahayaan ini Sobat cukup meminta model untuk sedikit memindahkan kepala model.

Sejajar (Eye Level)
Pasang lampu flash atau Main Light di samping dengan tinggi sejajar dengan model, dan cahaya akan mengenai seluruh sisi wajah. Bayangan yang terbentuk memberikan kesan memperlebar fitur wajah. Akan lebih efektif jika cahaya tersebut seimbang dengan sumber cahaya kedua yang berada di sisi berlawanan. Biarkan sumber cahaya tersebut atau main light tetap menyala sehingga Sobat bisa melihat bagaimana bayangan yang terbentuk.

Rendah
Kalian mungkin tidak ingin menggunakan pengaturan yang satu ini. Penempatan main light seperti ini akan memberikan kesan wajah yang menakutkan. Mungkin jika Sobat memotret untuk keperluan Halloween bisa saja menggunakan posisi main light seperti ini. Seperti yang terlihat di dalam foto contoh diatas, penempatan main light yang rendah menghasilkan foto portrait yang kurang menyenangkan. Bayangan hidung tampak tebal, dan kantung mata terlihat lebih jelas.

MENGENAL ANGLE DALAM FOTOGRAFI -
Sudut Pengambilan Gambar ( Camera Angle )
Dalam fotografi agar foto yang kita hasilkan memiliki nilai dan terkesan indah harus diperhatikan mengenai masalah penggunaan sudut pengambilan gambar yang baik.

Secara garis besar, kita bisa mengkelompokkan angle foto menjadi lima macam. Angle foto ini akan menghasilkan foto-foto yang berbeda-beda pula. Jika sebuah menarik difoto dengan low angle belum tentu dengan angle lainnya objek tersebut menarik difoto. Apa saja angle foto yang biasa digunakan oleh para fotografer ?


1. Eye View
MENGENAL ANGLE DALAM FOTOGRAFI
Sudut pengambilan ini memberi kesan yang sama dengan cara mata kita melihat terhadap objek. Posisi dan arah kamera memandang objek yang akan diambil layaknya mata kita melihat objek secara biasa. Kamera dan lensa sejajar dengan objek. Pengambilan angle eye view biasanya digunakan untuk mengambil foto potret terhadap manusia, dimana posisi kamera layaknya posisi mata kita sendiri. Terkadang, dalam travel fotografi pengambilan foto untuk mengabadikan aktivitas manusia, tekstur sebuah kota, atau interaksi dengan lingkungan sekitar kebanyakan menggunakan angle ini.

2. Low Angle
MENGENAL ANGLE DALAM FOTOGRAFI
Posisi kamera lebih rendah dari objek foto serta menghadap ke atas dan memberikan kesan kemewahan, kebesaran, atau kekuatan dari sebuah objek. Fotografer menggunakan sudut pengambilan foto ini untuk memotret bangunan agar memberikan kesan yang megah dari bangunan tersebut. Dalam foto komersil sebuah iklan otomotif, sudut ini tak jarang pula digunakan untuk memberikan kesan ketangguhan dari produk mereka. Juga pada sebagaian fotografer memanfaatkan low angle untuk memotret manusia.

3. High Angle
MENGENAL ANGLE DALAM FOTOGRAFI
Angle ini digunakan untuk menangkap kesan luas dari objek. Dengan high angle kita bisa memasukkan elemen pendukung objek yang akan kita abadikan kedalam frame. Kesan dari penggunaan sudut pengambilan foto ini akan memberikan kesan kecil atas objek foto. Pemanfaatan pengambilan foto dengan high angle juga bisa menghasilkan foto yang berbeda. Misalnya saat mengambil foto keramaian pasar, jalanan, atau lalu lintas disebuah sungai.

4. Bird Eye
MENGENAL ANGLE DALAM FOTOGRAFI
Menggunakan sudut pengambilan ini, sebagai fotografer kita bisa memberikan kesan yang luas dalam foto yang kita hasilkan, ibarat penglihatan seekor burung. Memotret dengan sudut pengambilan ini digunakan untuk membuat foto tentang suatu daerah, perkotaan, atapun menggambarkan lanskap.

5. Frog Eye
MENGENAL ANGLE DALAM FOTOGRAFI
Memotret dengan angle frog eye, posisi kamera bisa saja sejajar dengan tanah. Hal ini biasanya digunakan untuk memotret objek yang posisinya berada diatas tanah. Sebagain fotografer bersusah payah mengambil foto dengan sudut pengambilan ini, tak jarang pula mereka tiduran ditanah untuk menghasilkan foto yang bagus.secara frog eye memberikan kesan yang dekat dengan subyek foto.

SETTING KAMERA YANG HARUS DI PERHATIKAN SEBELUM MEMOTRET

  1. Anda pulang dari acara memotret dan baru menyadari bahwa tadi di sepanjang pemotretan anda menggunakan ISO 1200, padahal acaranya dilaksanakan di siang bolong saat ISO 200 saja cukup
  2. Anda baru menyadari bahwa anda menggunakan settingan white balance untuk mendung, padahal dari awal acaranya dilakukan diruangan dengan penerangan lampu neon.
Kesalahan mendasar seperti ini membuat kita harus bersusah payah melakukan koreksi pada foto, kalau satu dua sih tidak masalah, kalau ratusan foto ? mungkin dengan bantuan software kita bisa melakukan koreksi dengan relatif cepat, tapi bukankah lebih enak kalau kesalahan seperti ini bisa dihindari sejak awal.
SETTING KAMERA YANG HARUS DI PERHATIKAN SEBELUM MEMOTRET
Secara mendasar, ada 5 setting di kamera digital anda yang harus selalu diperiksa sebelum jari memencet tombol shutter pertama kali dalam sebuah sesi pemotretan. Silahkan :

Periksa Settingan White Balance Anda
Gunakan settingan white balance yang sesuai dengan kondisi, atau kalau anda percaya dengan kamera, set white balance di posisi auto. Baca lebih jauh tentang white balance.

Hidupkan Highlight Warning Kamera
Tips ini ampuh untuk menghindari foto yang overexposure. Highlight warning adalah penanda yang muncul di layar LCD kamera saat ada bagian foto yang terbakar alias overexposed. Selain menggunakan highlight warning, anda juga bisa memeriksa histogram di LCD kamera digital anda.

Periksa Setting ISO
Settingan ISO menentukan seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya, makin tinggi angkanya semakin peka. Kalau tadi malam anda memotret pesta ulang tahun teman anda di restoran, pastinya ISO yang digunakan akan berbeda dengan setting ISO saat akan digunakan untuk memotret acara gerak jalan dijalan raya.

Periksa Setting Ukuran dan Format Foto
Memotret ribuan foto sekaligus, seperti misalnya saat anda hunting di kebun binatang, tentunya membutuhkan pengaturan ukuran foto yang berbeda dibandingkan memotret keluarga di studio misalnya, apalagi jika kartu memori yang anda miliki kapasitasnya berbeda.

Format foto, apakah harus memilih JPEG atau RAW juga wajib dipertimbangkan sebelum sesi foto anda dimulai.

Periksa Settingan Mode Exposure Kamera
Dalam kamera SLR atau pocket, biasanya tersedia beberapa pilihan untuk mode eksposur yang anda pilih : Manual-aperture priority-shutter priority-mode program dan beberapa preset bawaan kamera digital. Pastikan anda sudah mengetahui mode mana yang akan anda pilih.

PENGGUNAAN REAR CURTAIN FLASH - Flash pop up/bawaan kamera Digital SLR kemungkinan sangat jarang kita gunakan, bisa karena menimbulkan red eye, memunculkan bayangan-bayangan keraas, membekukan subjek serta berbagai efek negatif lainnya. Banyak orang yang justru memilih menaikkan ISO(dengan resiko lebih banyak noise) dibanding menggunakan flash pop up. Hal yang perlu menjadi catatan adalah flash pop up bukannya tidak bisa digunakan, namun banyak cara cerdas untuk menggunakannya agar menghasilkan gambar yang kreatif, diantaranya adalah penggunaan fill in flash dan slow sync flash. Slow Sync flash adalah menggunakan shutter speed lambat yang dipadukan dengan kilatan flash baik itu diawal (front curtain) maupun diakhir (rear curtain).

PENGGUNAAN REAR CURTAIN FLASH
Rear Curtain Flash
Kadangkala kita menjumpai situasi dimana banyak cahaya redup menyinari sekitar subjek, namun tidak cukup untuk menghasilkan gambar yang terang apalagi menyinari subjek. Situasi ini sangat sering kita jumpai dimalam hari dimana banyak lampu-lampu kota menyala sedangkan subjek tidak tersinari dengan baik. Situasi ini sebenarnya sangat cocok untuk penggunaan rear curtain flash. Dengan setting shutter speed lambat maka background akan tampak terang dan dipadukan dengan kilatan flash pada akhir akan membuat subjek tampak terang, sehingga kasus under exposure pada malam hari bisa teratasi.

Kapan Rear curtain flash cocok digunakan ?
PENGGUNAAN REAR CURTAIN FLASH
Jangan gunakan saat tidak ada cahaya sama sekali, rear curtain sangat cocok untuk low light situation. Kita membutuhkan cahaya remang-remang pada bagian background, semakin banyak sumber cahaya(lampu) maka akan semakin baik. Tanpa cahaya pada background kita akan mendapatkan subjek yang terang dengan background yang gelap gulita.

Setting Kamera
Penggunaan tripod sangat bermanfaat untuk mendapatkan gambar yang bebas blur. Kita bisa menggunakan bukaan aperture antara f/5-f/8 dengan shutter speed 1 detik/bisa menyesuaikan. Masalah yang kita hadapi jika subjek bergerak adalah kita memerlukan banyak percobaan, karena seringkali foto yang kita hasilkan kurang sempurna, lain hal jika subjek kita dalam posisi diam atau berpose maka akan banyak gambar baik yang dihasilkan. Pastikan tidak ada benda dibelakang subjek, agar tidak terjangkau oleh kilatan flash.

JENIS-JENIS FLASH PADA KAMERA DSLR - Hampir setiap kamera DSLR dan Point and Shoot Selalu dilengkapi dengan built in flash. Namun sayangnya built in flash ini seringkali tidak mampu menghasilkan cahaya yang lembut sesuai keinginan. Karena cahaya merupakan elemen utama dalam fotografi, maka ada baiknya kita mengenal berbagai macam tipe flash kamera dan fungsinya. Berikut adalah penjelasannya :

Built in flash/pop up flash

JENIS-JENIS FLASH PADA KAMERA DSLR
Ini adalah flash bawaan kamera yang terpasang pada bodi bagian atas. Masalahnya, gambar yang dihasilkan terlalu tajam dengan bayangan yang sangat kuat sehingga gambar tampak kaku. Pada kamera DSLR kita bisa saja mengatur kekuatan cahaya flash menggunakan flash exposure namun sangat sulit menghasilkan gambar dengan cahaya yag lembut dan tanpa bayangan. Saya pribadi biasanya menggunakan pop up flash hanya untuk teknik fill in flash pada siang hari(untuk menghilangkan bayangan tajam) serta teknik slow sync flash. Sayangnya built in flash tidak dapat digunakan untuk teknik bounce flash, karena flash mengarah lurus langsung ke subjek. Selebihnya saya jarang menggunakan built in flash.
Lampu Kilat Khusus / Dedicated Flash
JENIS-JENIS FLASH PADA KAMERA DSLR
dedicated flash kamera atau Lampu kilat khusus adalah lampu kilat tambahan yang terpasang pada hot shoe(selot flash dibagian atas bodi kamera) merupakan flash yang dapat berkomunikasi dengan kamera. Sistem kerjanya adalah menggunakan informasi tentang focal length lensa, ISO, bukaan aperture dan kecepatan Shutter untuk menghasilkan cahaya yang sesuai. Lampu kilat ini banyak disukai oleh fotografer karena kemampuanya yang sangat fleksibel/tentunya dibandingkan dengan built in flash. Beberapa kemampuannya adalah dapat menghilangkan efek red eye, fill in flash yang lebih sempurna dan memberikan cahaya yang lebih lembut dengan cara memantulkannya ataupun menggunakan diffuser. Anda dapat membeli flash yang dilengkapi dengan kabel yang dapat memberikan fleksibilias lebih karena dapat dilepas dan diatur posisinya. Flash kamera khusus ini dijual pada kiasaran harga Rp. 500.000,- sd. Rp. 9.000.000,- ke atas tentunya dengan kelebihan/fitur masing-masing.

Ringlight Flash
JENIS-JENIS FLASH PADA KAMERA DSLR
Ringlight flash adalah flash yang terpasang pada lensa bagian luar yang mempunyai kemampuan spesifik yakni menghasilkan cahaya(menyebar) yang lembut yang sangat cocok untuk fotografi macro. Selain terpasang pada lensa saat ini juga ditawarkan Ringlight yang terpasang pada hot shoe kamera. Ringlight flash memberikan pencahayaan yang baik sehingga kita bisa sedekat mungkin dengan subjek dan tidak akan memberikan cahaya yang tajam. Selain cahaya lembut flash ini juga mampu menampilkan detail dari subjek dan sangat ideal untuk fotografi macro seperti bunga, serangga dan benda-benda kecil lainnya. Flash ini dijual mulai harga Rp. 300.000.

Hammer Flash
JENIS-JENIS FLASH PADA KAMERA DSLR
Hammerhead Flash adalah flash yang terpisah dan tidak terpasang pada hot shoe, melainkan terpasang pada sekrup untuk tripod pada bagian bawah kamera. Flash ini sangat populer untuk wedding fotografi dan pers karena memiliki output dengan intensitas cahaya yang tinggi. Flash ini berbentuk seperti palu dan mampu memberikan pencahayaan dengan sudut yang fleksibel dan pegangan tangan yang nyaman.

Setelah kita membahas beberapa tipe flash kamera, ada baiknya kita juga memahami fungsi/kegunaan flash kamera DSLR :

Bounce Flash
Bounce Flash bukanlah bagian dari flash, melainkan teknik pengendalian cahaya flash. Teknik ini menggunakan Dedicated flash dan dipantulkan ke arah langit-langit atau dinding ruangan sehingga menghasilkan cahaya lembut nan estetis. Hal ini merupakan teknik andalan terutama untuk portrait dan foto pernikahan. Bounce flash akan lebih maksimal bila menggunakan flash berkabel karena fleksibilitas arah datangnya cahaya yang dapat kita atur.

Fill in Flash
Fill in flash adalah teknik yang digunakan untuk menerangi subjek saat background lebih terang daripada subjek. Dengan pengaturan spot metering ke subjek maka kecerahan gambar akan seimbang dengan kecerahan background. Suatu contoh saat kita melakukan foto portrait pada siang hari yang terik maka background akan sangat terang dan subjek (manusia) biasanya pada bagian wajah akan nampak bayangan-bayangan kasar. Disinilah fungsi fill in flash, selain menghilangkan bayangan tersebut juga membuat subjek nampak lebih terang.

Menggunakan flash jenis apapun akan sangat membutuhkan pengetahuan lebih dan teknik yang bervariasi. Di tangan orang yang kurang mengerti mungkin flash tidak akan banyak berguna. Flash sangat bermanfaat untuk banyak hal, namun cahaya alami juga memberikan hasil yang sangat luar biasa, disinilah dituntut pengetahuan dan keahlian seorang fotografer untuk mendapatkan cahaya yang seimbang, baik dari flash maupun cahaya alami.

APAKAH PERLU MEMBELI FLASH EXTERNAL - Mengapa dijual flash eksternal ? apakah ada yang salah dengan built in flash bawaan kamera? Built in flash seringkali tidak dapat memenuhi harapan dari seorang fotogafer. Cahaya yang dihasilkan sangat tajam dan hanya bisa mengarah lurus langsung ke subjek sehingga gambar yang dihasilkan cenderung membeku. Untuk seorang fotografer professional Built in flash saja tidak akan cukup untuk mendapatkan pencahayaan maksimal. Membeli flash eksternal berarti juga menambah wawasan tentang bagaimana cahaya bekerja dan cara mengaturnya. Sebelum memutuskan untuk membeli flash external , kita perlu mengadakan riset untuk mengetahui fitur apa saja yang ada didalamnya. Memang flash yang berharga mahal menyediakan banyak keunggulan, namun kadangkala ada beberapa fitur yang mungkin tidak akan sesuai dengan kebutuhan kita. Dan sebaliknya membeli flash eksternal yang berharga murah tanpa fitur dan fleksibilitas yang baik justru akan sia-sia. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui tantang flash eksternal.

APAKAH PERLU MEMBELI FLASH EXTERNAL
Fitur Wajib Flash Eksternal
  • TTL Flash 
TTL atau kependekan dari Through The Lens adalah kemampuan flash untuk mendeteksi jarak subjek secara otomatis, sehingga foto yang dihasilkan pas, tidak over/under exposure. Pada canon dkenal dengan E-TTL dan pada nikon i-TTL demikian juga beberapa produsen lain juga melabelkan fasilitas tersebut. Karena fitur ini otomatis, maka kita tidak perlu ribet mengatur berapa kekuatan flash, bahkan dengan akurasi yang cukup baik.
  • Flash Sync Speed
Jika kita menggunakan flash built in paling-paling shutter speed maksimal yang bisa kita gunakan adalah 1/250. Flash sync speed atau biasa disebut dengan x-sync adalah batasan maksimum shutter speed dapat digunakan. Mengapa flash built in membatasi shutter speed sampai dengan 1/250, karena apabila lebih cepat dari itu cahaya flash yang ditangkap hanya sebagian dan gambar yang dihasilkan akan kehitaman. Shutter speed yang tinggi sangat baik untuk membekukan subjek, mampu menghasilkan bokeh yang baik arena depth of fieldnya jadi sempit.
  • Guide Number
Guide number merupakan jangkauan maksimium cahaya flash. Ini merupakan hal pertama yang harus kita pertimbangkan sebelum membeli flash. GN yang besar sangat bermanfaat untuk fill in flash pada siang hari yang terik, namun tentunya semakin besar GN(dalam satuan Meter) tentu semakin mahal pula harganya. Rumus GN(pada ISO 100)=Aperture xjarak Subjek ke flash. Jadi misal kita setting aperture pada angka f/1.4 sedangkan jarak subjek 5m maka 1.4×5=7m, jadi GN yang kita butuhkan minimal adalah 7 meter. Saat ini range GN yang dijual di pasaran antara 20-47 meter dari berbagai produsen diantaranya adalah nikon, vivitar, canon, Yongnuo dll.
  • Bounce Head
Salah satu hal yang paling diinginkan dari flash adalah kemampuan bouncing. Head yang fleksibel dan bisa diputar ke segala arah adalah pilihan yang terbaik.
  • Saran Pembelian Flash Eksternal
Cari tahu tentang Eksternal flash yang cocok dengan kamera anda, karena tidak semua flash dapat digunakan pada setiap kamera. Beberapa produsen bahkan menyatakan bahwa produk mereka didesain khusus untuk merk kamera tertentu, sebut saja Vivitar yang melabelkan CAN khusus untuk canon dan NIK khusus untuk nikon.

Baca buku panduan kamera anda untuk melihat fitur flash yang kompatibel. Misal jika kita terlanjur membeli flash eksternal nirkabel bila kamera kita tidak support maka akan sia-sia.

Bandingkan Recycling time. Recycling time adalah waktu yang dibutuhkan oleh flash untuk mengisi daya agar dapat digunakan kembali.

Pilihlah flash yang semerek dengan kamera
Baik itu lensa maupun flash sangat dianjurkan untuk menggunakan yang semerek dengan kamera, mengapa? karena merk tersebutlah yang mendesain kamera dan di paling tau mekanisme kerja/karakteristik merknya. Karena keistimewaan tersebut, flash dari canon maupun nikon berharga lebih mahal dibanding flash hird party seperti Vivitar ataupun yungno.

TIPS MEMILIH FLASH EXTERNAL KAMERA - Ketika kita memutuskan membeli flash eksternal, mungkin kita akan merasakan ada beberapa hal yang kurang dari flash tersebut. Mungkin saja gambar yand dihasilkan kurang kreatif,kurang bernilai seni, atau justru membosankan dan tercahayai dengan sangat tajam. Disinilah peran aksesori flash untuk menambah kreatifitas, menghilangkan kejenuhan, memberikan efek-efek khusus dan mengisi segala kekurangan flash eksternal. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :


Flash Bouncers
TIPS MEMILIH FLASH EXTERNAL KAMERA
Salah satu fitur idaman dari sebuah flash eksternal adalah bounce. Ketika kita tidak menemukan atap-atap atau dinding untuk memantulkan cahaya, flash bouncers akan sangat berguna. aksesori ini mampu memantulkan cahaya sehingga menghasilkan cahaya yang lembut dan merata. Bukan hanya itu, pada flash bouncers juga dapat dipasang berbagai macam warna yang akan menimbulkan efek kreatif yang mengarah ke subjek. Ketika menggunakan bouncer kita juga tidak akan mendapatkan red eye efek, dan tidak akan mendapatkan “hidung mengkilap” yang biasa dihasilkan oleh flash yang mengarah langsung ke subjek. Dalam penggunan bounce kita harus berhati-hati dengan asap(termasuk asap rokok) yang merupakan musuh terbesar flash. Seringkali gambar yang kita hasilkan akan didominasi warna putih, hal ini karena asap bersifat memantulkan cahaya.

Flash Diffuser
TIPS MEMILIH FLASH EXTERNAL KAMERA
Flash diffuser berfungsi untuk menyebarkan cahaya. Lalu apa bedanya Diffuser dengan bouncer? Menggunakan bounce flash cahaya hanya akan datang dari 1 arah saja, bisa dari atas, samping atau bawah saja, sedangkan menggunakan diffuser cahaya akan datang dari segala arah dan menghasilkan cahaya yang bersifat natural. Prinsipnya seperti lampu, karena cahaya datang dari segala arah akan mampu menghilangkan berbagai bayangan. Flash diffuser sangat efektif digunakan dalam jarak yang agak dekat dan ruangan yang sempit, karena cahaya akan menyebar secara merata, namun dalam ruangan lebar cahaya tidak akan memantul namun hilang begitu saja.

Flash Reflectors
TIPS MEMILIH FLASH EXTERNAL KAMERA
Flash reflektor memiliki cara kerja yang sama dengan bouncer, yakni memantulkan cahaya. Perbedaanya adalah flash reflektor biasanya memiliki permukaan yang mengkilap berwarna emas atau perak, sehingga cahaya yang dihasilkan lebih tajam.

TIPS MENGHASILKAN FOTO SEMPURNA DENGAN TEKHNIK STROBIST - Strobist adalah teknik memotret dengan lampu kilat terpisah. Lampu kilat atau flash tidak terpasang pada kamera, tetapi digunakan layaknya lampu biasa. Teknik ini bisa dilakukan dengan kamera SLR atau DSLR. Dan, biasanya, menggunakan lebih dari 1 lampu flash.

Peralatan yang dibutuhkan tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Kamera DSLR/SLR merupakan alat utama. Lampu flash bisa disambung dengan Trigger untuk menyelaraskan dengan momen saat anda menekan tombol Shutter pada kamera.

Selain itu ada peralatan tambahan yang dapat mendukung teknik ini, seperti Transmitter Trigger tanpa kabel, Rceiver Trigger untuk meletakkan lampu flash, Umbrella Reflector, Snoot. Honeycomb dan Softbox.

TIPS MENGHASILKAN FOTO SEMPURNA DENGAN TEKHNIK STROBIST

Untuk menggunakan teknik ini, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan.

Posisi Lampu Flash
Gunakan light stand untuk mempermudah menggunakan flash. Bila anda menggunakan lebih dari satu flash, tempatkan satu posisi didepan objek secara menyamping. Dan, satu posisi di belakang objek.

Tujuan Pemotretan
Posisi flash juga berhubungan erat dengan hasil yang ingin Anda dapat. Posisi flash disamping akan memberikan sumber cahaya dari samping demikian pula di posisi belakang. Posisi flash di belakang akan membuat rambut model terlihat menyala.

Cahaya Lingkungan
Untuk melakukan hal ini, anda perlu mengatur Ambient Exposure atau cahaya di sekitar tempat anda memotret. Anda bisa melakukannya dengan mengatur Shutter Speed. Bila anda mengatur pada level rendah, maka cahaya latar belakang akan lebih terang. Dan, untuk level tinggi, cahaya lingkungan akan lebih gelap.

Waktu
Penggunaan Shutter Speed pada teknik Strobist tergantung pada waktu pemotretan. Pada waktu malam, Shutter Speed rendah agar banyak cahaya yang masuk sedangkan siang kecepatan tinggi agar tidak terjadi over exposure. Sayangnya, kebanyakan flash hanya bisa digunakan untuk kecepatan 1/200.

Kontrol Ambiet Exposure
Pilih Aperture besar (f kecil) untuk mendapatkan banyak cahaya dan Aperture kecil (f besar) untuk mengurangi cahaya yang masuk.

Warna Langit
Untuk mendapatkan warna langit yang bagus, gunakan Aperture kecil (f/10 – f/22). Tapi, anda juga harus menggunakan flash. Tanpa flash, warna langit akan bagus, tetapi, objek terlihat gelap. Konsep ini juga bisa anda gunakan untuk membuat foto HDR.

Jarak Flash ke Objek
Semakin dekat, maka semakin terang cahaya pada objek. Jadi, atur jarak untuk membuat pencahayaan yang seimbang.

Teknik Strobist sebenarnya dibuat untuk mengatasi masalah saat anda kesulitan membawa pencahayaan studio ke luar ruangan. Dan, yang lebih baiknya, teknik ini bisa digunakan dimanapun, dalam maupun luar ruangan.

Bila anda tertarik, anda bisa membeli flash dengan harga sekitar ratusan ribu. Banyak Trigger yang dijual dibawah 300 ribu. Sedangkan Umbrella Reflector dan Mini Softbox bahkan tersedia dengan harga puluhan ribu.

TIPS MEMOTRET PADA MALAM HARI-
GUNAKAN FILE BERKUALITAS BAGUS
Jika Sobat menginginkan foto malam yang terbaik hendaknya gunakan kualitas gambar yang paling bagus, dan itu berarti dalam format RAW. Dengan menggunakan format RAW, foto kalian akan memiliki 'informasi' yang jauh lebih lengkap, dan itu akan memberikan batasan yang lebih luas dalam hal proses pasca pemotretan menggunakan Adobe Camera RAW atau Perangkat lunak pemroses RAW yang lain. RAW memiliki banyak sekali keuntungan ketika digunakan dalam pemotretan malam hari, karena akan memberikan fleksibilitas lebih ketika Sobat ingin merubah atau editting temperatur warna atau meningkatkan serta menurunkan tingkat exposure foto tersebut.


GUNAKAN TRIPOD UNTUK HASIL FOTO LEBIH TAJAM
Memotret di malam hari pastinya berarti akan ada sedikit cahaya dan akan menghasilkan shutter speed lambat, mungkin sekitar 1-30 detik, dan percayalah dengan kecepatan shutter seperti itu akan sulit untuk menghasilkan foto yang bagus dengan hanya memegang kamera tanpa alat bantu. Sobat pasti butuh untuk meletakkan kamera digital pada tripod yang kokoh untuk menghasilkan foto yang tajam. Pastikan tripod kalian diatur dengan pas dan berada diatas bahan yang kuat serta solid. Sering sekali dalam nighti-photography Sobat berakhir pada hasil foto-foto yang tidak tajam, untuk menghindari hal ini, gantung tas kamera kalian di pengait yang berada di bawah tripod (kebanyakan memilikinya). Jangan berpegangan pada tripod ketika memotret, karena sedikit saja getaran pada saat memotret dengan menggunakan shutter-speed lambat akan menghasilkan blur yang tidak Sobat inginkan.

TIPS MEMOTRET PADA MALAM HARI

RENCANAKAN TEMPAT PEMOTRETAN NIGHT-PHOTOGRAPHY SEBELUM PEMOTRETAN
Sebelum Sobat berkelana di malam hari, buatlah perencanaan tempat pemotretan terlebih dahulu. Hal ini tentu saja akan menghemat waktu berharga kalian. Pilihlah lokasi yang baik dengan setidaknya melakukan survei dimana spot atau tempat yang pas untuk memotret di kota kalian, tentunya harus mempertimbangkan segi kualitas cahaya lampu, arsitektur atau jika Sobat ingin memotret di jalana raya (trails), pilihlah jalan raya yang ramai, kapan waktu terbaik saat lalulintas tersebut ramai, dan carilah juga posisi memotret paling pas dan aman.

PENGATURAN UNTUK NIGHT-PHOTOGRAPHY
Memotret dengan mode 'Manual' merupakan cara terbaik dalam mengendalikan exposure, Sobat bisa memilih aperture kecil paling bagus serta shutter speed lambat untuk night-photography. Mulailah dengan mencari komposisi dan fokus pada jepretan kalian, atur ke aperture atau bukaan kecil sekitar f/16, kemudian atur juga shutter speed yang pas hingga tanda tingkat exposure yang ada di kamera kalian berada di tengah (Exposure Level Indicator). Ambillah beberapa foto dan lakukan review di LCD kamera kalian, tetapi harus diingat bahwa itu adalah exposure yang dianggap tepat oleh kamera, tetapi jika foto kalian terlihat terlalu terang, maka cobalah untuk underexpose sebanyak 1-2 stop sehingga foto tersebut tampak lebih gelap.

KETAHUI DAN GUNAKAN APERTURE PALING TAJAM DI LENSA KALIAN
Gunakan aperture “sweet-spot” dari kamera kalian, biasanya berkisar pada f/8 sampai f/16, tetapi sebelumnya ambillah beberapa foto untuk memeriksa kembali, jika anda sering memotret Sobat pasti tahu dimana Aperture 'Sweet-Spot' lensa kalian berada. Bahkan lensa level Pro tidak menghasilkan hasil terbaik ketika digunakan pada aperture maksimal atau minimal. Dengan menggunakan aperture di tengah-tengah dari range yang tersedia, itu akan meningkatkan peluang kalian untuk menghasilkan foto tertajam dari lensa yang kalian miliki.

BAGAIMANA MENDAPATKAN EFEK “STARBURST” ATAU “BINTANG” DARI LAMPU JALAN
Gunakan aperture kecil (bilangan besar = sekitar f/16) tidak hanya akan menghasilkan kedalaman depth of field dan mempertajam detail dari foreground sampai background, tetapi juga akan membuat lampu jalanan memancarkan berkas cahaya di dalam foto kalian sehingga menambah kesan “Wow” dalam frame kalian. Lihat foto di bawah ini.

TIPS MEMOTRET PADA MALAM HARI

JANGAN SENTUH KAMERA KALIAN
Ketika memotret long-exposure di malam hari, menyentuh kamera pada saat menekan tombol shutter bahkan bisa mengakibatkan pergerakan yang cukup untuk menghasilkan 'Blur'. Gunakan fitur self-timer yang sudah ada di dalam kamera untuk memicu shutter setelah Sobat menekan tombol, hal ini bisa dilakukan untuk meminimalkan adanya getaran pada kamera saat memotret, atau kalian bisa menggunakan remote untuk timing shutter yang lebih akurat.

GUNAKAN MIRROR LOCK-UP
Sekecil apapun gerakan bisa mengakibatkan kamera bergoyang (shake) dan hal ini pasti tidak kita semua inginkan, bahkan termasuk getara yang diakibatkan pergerakan mirror naik turun yang ada di dalam kamera DSLR kalian. Sobat bisa mengaktifkan fitur Mirror Lock-up (lihat di dalam menu kamera atau manual book) untuk menghindari potensi gerakan ini.

KOMPOSISI DI MALAM HARI
Berhati-hatilah mempelajari apa yang ditampilkan di live-view sebelum memotret. Apakah sebagian dari frame tersebut gelap? Apakah area yang dipotret lebih menarik dengan bagian sedikit gelap? terkena cahaya terang atau kaya warna dalam kegelapan? jika demikian, jangan takut untuk zoom-ing ke area photogenic tersebut. zoom menggunakan lensa wide-angle atau zoom menggunakan kaki kalian, mendekatlah ke subyek foto tersebut.

TIPS CARA MEMOTRET LIGHT TRAIL - Memotret Light Trail merupakan salah satu jenis foto yang banyak diminati banyak orang, bahkan seseorang yang sedang memulai fotografi pasti bertanya-tanya bagaimana merekam untaian warna-warni lampu tersebut. Memotret Light trail juga menjadi populer di banyak kalangan fotografer, dan bisa menjadi bahan belajar fotografi, terutama bagi mereka yang ingin mengeksplorasi kamera mereka menggunakan mode pemotretan Manual serta bereksperimen menggunakan Long Exposure di kondisi Low Light atau rendah cahaya.

PERALATAN APA AJA SIH YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMOTRET LIGHT TRAIL ?
Tidak ada tipe kamera atau perangkat fotografi tertentu untuk mengambil foto Light Trail, tetapi setidaknya Sobat harus memiliki sebuah kamera yang memungkinkan kalian untuk mengatur exposure. Kalian harus bisa memilih shutter speed lambat. Hal ini berarti Sobat membutuhkan kamera yang memiliki kemampuan untuk memotret menggunakan mode Manual atau mode shutter periority.

Memotret menggunakan tangan kosong pasti akan terasa sedikit susah untuk menghindari camera shake, untuk itu Sobat pasti membutuhkan sebuag tripod untuk memotret menggunakan shutter speed lambat.

Perangkat fotografi lain yang bisa menjadi pilihan untuk digunakan adalah Lens Hood. Lens Hood berguna untuk menghindari flare yang diakibatkan oleh cahaya disekitar kita. Kable remote shutter release atau wireles remote control juga akan sangat membantu menghindari kamera shake. Setelah semua sudah siap tinggal melengkapi diri kita dengan kesabaran serta baju hangat.


TIPS CARA MEMOTRET LIGHT TRAIL

PRINSIP MEMOTRET LIGHT TRAIL
Prinsip dasar dalam memotret Light Trail sederhana, Sobat tinggal menemukan tempat atau lokasi dimana kalian bisa melihat lampu-lampu kendaraan berlalu-lalang, pasang kamera serta tripod, atur kamera ke pengaturan shutter speed lambat, dan ambil gambar kendaraan atau mobil untuk membuat Light Trail yang indah. Aplikasi memang tidak semudah apa yang kami tulis, tapi yang pasti adalah Penggunaan Shutter Speed lambat memungkinkan kita untuk merekam jejak cahaya yang ditinggalkan oleh kendaraan.

TIPS CARA MEMOTRET LIGHT TRAIL

SAAT PEMOTRETAN LIGHT TRAIL
Memotret Light Trail bukanlah satu hal yang sulit untuk dilakukan, Sobat cukup menemukan tempat atau jalan yang dilewati oleh kendaraan di senja atau malam hari. Pertibangkan timing serta framing foto kalian untuk menghasilkan foto yang bisa menarik perhatian. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kalian lakukan.
  • Timing-Kebanyakan foto-foto Light Trail diambil di malam hari, tetapi waktu lain yang menarik untuk memotret Light Trail adalah pada saat senja, tepat sebelum dan sesudah matahari terbenam. Senja hari tidak hanya menawarkan cahaya kendaraan, tetapi juga ambient light atau cahaya hangat berwarna oranye kemerahan yang bisa mendramatisir hasil foto-foto Light Trail kalian.
  • Prespektif-Memotretlah dengan menggunakan prespektif yang sedikit kreatif, memetret dengan angle rendah atau mencari tempat tinggi dan memotret ke arah bawah bisa menciptakan angle yang tidak biasa.
  • Lokasi-memang lokasi yang tepat adalah di dekat atau pinggir jalan, tapi cobalah melihat lingkungan sekitar cari apa yang bisa menarik perhatian, seperti gedung yang masih masih nyala lampunya sementara yang lain sudah gelap, atau bundaran dimana light trail bisa membentuk lingkaran dan lain-lain.
  • Framing-komposisi dasar fotografi bisa diaplikasikan dalam memotret light trails, foto atau gambar memerlukan sebuah Point of Interest. Rule of Thirds bisa efektif diaplikasikan, arahkan mata di dalam gambar menggunakan garis.
PENGATURAN KAMERA 
Biasanya Memotret Light Trail bisa dilakukan dengan shutter speed antara 10 sampai 20 detik, karena dengan bentangan waktu itu akan memberi waktu bagi kendaraan memenuhi frame kita, dan gunakan aperture di diatas f/8.

Pengaturan diatas bisa Sobat coba sebagai pengaturan awal dan ambil beberapa foto untuk pengujian, dan lihat bagaimana Exposure yang dihasilkan. Apakah foto yang dihasilkan Underexposure atau Overexposure dan apakah Shutter Speed yang digunakan cukup bagi kendaraan untuk mengisi frame.

TIPS CARA MEMOTRET LIGHT TRAIL

Jika foto kalian overexposed, maka perkecil Aperture kalian dengan memperbesar bilangan F Stop, atau jika foto kalian terasa underexposed maka perbesar Aperture dengan memperkecil bilangan F Stop. Jika Sobat ingin cahaya kendaraan menginggalkan jejak lebih jauh di dalam frama, maka gunakan shutter speed yang lebih lama, dan begitu juga kebalikannya.

Harap diingat bahwa Aperture berdampak pada Depth of Field atau Ruang Tajam, jika Sobat butuh untuk menggunakan Aperture lebih lebar berarti kalian mengurangi Ruang Tajam dan membuat elemen-elemen foto lebih banyak yang kurang fokus.
  • Histogram-Sumber cahaya di sekeliling kalian bisa mengakibatkan foto kalian menjadi wash out atau terlalu terang. Sumber cahaya itu bisa berasal dari lampu kota, lampu sorot gedung dan lain-lain. Cahaya yang terlampau terang bisa manjadi distraction bagi foto kalian dan membuat mata penikmat foto teralih menuju cahaya tersebut. Salah satu cara untuk memeriksa apakah foto kalian overexposed adalah menggunakan histogram jika ada area di dalam foto yang terlampau terang maka kalian akan mendapati grafik Histogram yang cenderung tingi. 
  • Gunakan ISO rendah–menggunakan ISO rendah akan memberikan noise yang minimal pada foto kalian.
  • Gunakan Format RAW-Format ini memungkinkan kalian memiliki keleluasaan ketika paska pemotretan, terutama pada editing white balance. kenapa white balance? karena seperti kita ketahui memotret kota dimalam hari akan ada banyak cahaya berbeda di yang dominan.
  • Manual Focus-pada kondisi rendah cahaya pasti akan terasa sulit menemukan fokus. Gunakan manual fokus dan pastikan Sobat fokuskan pada bagian gambar yang kuat secara visual.
MENGGUNAKAN MODE BULB
Kamera digital saat ini sudah banyak yang dilengkapi dengan fitur BULB. Mode ini memungkinkan seorang fotografer untuk tetap membuka shutter selama yang dia inginkan. Fitur ini bisa sangat membantu pada pemotretan menggunakan long exposure. Gunakan remote shutter release jika kalian ingin menggunakan fitur ini.

MEMAKSIMALKAN FUNGSI FLASH PADA KAMERA DSLR - Lampu kilat pada kamera berfungsi untuk menjadi sumber cahaya sesaat yang bisa membuat obyek yang difoto menjadi terang. Pada kamera modern lampu kilat sudah diberikan berbagai mode lanjutan yang berguna untuk memberikan hasil yang berbeda dan lebih baik. Sebelum membahas ke arah sana, kita kenali dulu macam-macam lampu kilat yang ada, yaitu flash yang built-in (menjadi satu dengan kamera) dan flash terpisah (eksternal). Eksternal flash ditenagai dengan baterai tersendiri dan punya mode yang lebih lengkap. Keduanya punya temperatur warna yang sama yaitu di kisaran 5600 Kelvin, namun berbeda dalam intensitas (Guide Number/GN) alias kekuatan flash. Kekuatan flash akan semakin melemah bila jarak dari flash terhadap obyek semakin jauh.


MEMAKSIMALKAN FUNGSI FLASH PADA KAMERA DSLR

Kekuatan cahaya dari flash diatur dengan dua cara yaitu auto dan manual. Kebanyakan flash adalah auto atau di DSLR disebut dengan TTL. Bila flash diatur secara manual maka ada pilihan untuk mengatur kekuatan flash dari yang terbesar hingga terkecil. Pada kamera yang bekerja otomatis, shutter speed kamera saat memakai flash umumnya adalah 1/60 detik. Apabila hasil foto dengan flash ternyata kurang memuaskan (under atau over), cek apakah di kamera anda ada fasilitas untuk mengkompensasi keluaran flash ke nilai positif dan negatif. Bila ada, maka kita bisa melakukan kompensasi supaya keluaran flash bisa lebih terang atau lebih dikurangi terangnya.

Kondisi yang memerlukan flash di siang hari
Fungsi flash di siang hari lebih banyak dipakai untuk menyeimbangkan kontras, dinamakan sebagai fill-in flash (mengisi daerah yang gelap). Gunakan flash di siang hari bila obyek yang difoto lebih gelap dari latarnya, atau obyek berada di bawah bayang-bayang pohon. Sinar dari flash akan menerangi area yang gelap sehingga bisa didapat gambar yang terang pada obyek dan latarnya.

Fill-flash di siang hari juga bisa untuk membuat langit jadi tampak biru. Seperti yang sudah biasa kita alami, memotret obyek dengan latar langit biru di siang hari cukup sulit. Metering kamera akan berusaha mendapat eksposur yang tepat pada obyek sehingga bila latarnya adalah langit akan menjadi over eksposur. Langkah termudah bagi pemula (dengan kamera saku misalnya) adalah menurunkan Ev ke arah minus hingga langit menjadi biru, meski obyek akan jadi gelap. Tapi jangan kuatir, karena dengan fill-in flash maka obyek yang gelap akan diterangi oleh lampu. Oleh karenanya, pastikan jarak si obyek dalam jangkauan lampu kilat.

Untuk kamera yang dilengkapi manual mode, lakukan tahap-tahap sebagai berikut :
  • set mode dial ke arah manual
  • set shutter di nilai 1/panjang fokal (misal pakai 50mm maka buat speed di 1/50 detik)
  • atur bukaan diafragma hingga light meter menunjukkan nilai under (bisa 1 Ev)
  • atur fokus supaya mengunci di obyek, lakukan rekomposisi bila perlu
  • ambil foto dengan fill-in flash
  • Bila kamera anda ada tombol AE-lock/AF-lock, cukup manfaatkan tombol ini saja :
  • set tombol AE-L untuk mode exposure-lock saja (baca lagi buku manual), sedang focus-lock dilakukan dari tombol rana
  • mode dial pada kamera bebas, bisa P (program), A (Aperture) atau S (Shutter)
  • terlebih dahulu lakukan metering ke langit, lalu kunci eksposur dengan tombol AE-L
  • arahkan kamera ke obyek lalu kunci fokus ke obyek, lakukan rekomposisi bila perlu
  • ambil foto dengan fill-in flash.
MEMAKSIMALKAN FUNGSI FLASH PADA KAMERA DSLR

Gunakan mode slow sync supaya latar tidak gelap

Pada kondisi gelap di malam hari, lampu kilat menjadi harapan untuk kita bisa tetap memotret. Namun karena kekuatannya yang terbatas, memotret di malam hari hanya akan memberikan penerangan di obyek yang dekat, sedang latar belakangnya akan gelap. Hal yang mengecewakan adalah saat kita ingin difoto di malam hari dengan latar lampu yang beraneka warna namun ternyata tidak tampak jelas karena gelap. Hal ini karena default setting untuk lampu kilat adalah memakai shutter 1/60 detik. Untuk mendapat foto yang lebih natural, kita perlu menurunkan speed lebih rendah dari nilai default sehingga kamera punya waktu cukup banyak untuk menangkap cahaya sekitar (bila ada) meskipun memakai lampu kilat.

Pada kebanyakan kamera digital modern kini sudah dilengkapi dengan mode slow-sync flash, yang artinya lampu kilat yang digabungkan dengan speed rendah. Yang perlu diperhatikan saat memakai mode ini diantaranya :
  • slow sync artinya memakai shutter speed rendah (antara 1/4 detik hingga 1/30 detik), hindari getaran tangan saat memotret dengan mengaktifkan stabilizer atau gunakan tripod
  • saat memakai mode ini, mintalah si obyek untuk diam sampai flash menyala
  • carilah latar belakang yang memiliki sumber cahaya natural seperti lampu hias atau gedung yang berpendar
  • Gunakan rear sync (2nd curtain) untuk menangkap jejak dari gerakan.
Hampir mirip seperti trik di atas, ada juga kamera yang menyediakan fitur flash advanced yaitu front sync dan rear sync. Sederhananya, perbedaan keduanya adalah pada kapan waktu si lampu itu menyala :
  • Front Sync (1st curtain) adalah default lampu kilat, dia menyala sesaat setelah tombol ditekan dan shutter terbuka
  • Rear Sync (2nd curtain) adalah kondisi sebaliknya, dia menyala sesaat menjelang shutter ditutup.
Perhatikan kedua perbedaan di atas, bila shutter speed yang digunakan tinggi, maka tidak ada perbedaan antara keduanya. Namun saat kita memakai speed rendah (misal 1/2 detik), maka kapan lampu menyala akan memberi perbedaan hasil, apalagi bila ada pergerakan obyek disana. Apalagi mode lanjutan ini disedikan khusus buat memberi kesan bergerak pada sebuah obyek, dengan memanfaatkan speed rendah dan lampu kilat.

Bouncing untuk hasil foto yang lebih alami
Teknik bouncing memerlukan lampu kilat eksternal yang ditembakkan ke atas, tentunya apabila terdapat langit-langit yang berwarna putih dan ketinggiannya cukup dekat dengan kita. Dengan memantulkan sinar flash ke langit-langit, maka jatuhnya cahaya yang menerangi obyek datang dari atas bukan dari depan. Keuntungannya, cahaya yang mengenai obyek tidak terlalu keras dan lebih merata.

Pisahkan flash dari bodi
Inilah yang disebut dengan strobist, yaitu berkreasi dengan flash yang dipisah dari bodi. Tujuannya untuk memberikan foto dengan arah datang cahaya yang berbeda dari biasanya. Untuk itu diperlukan kamera dan flash yang mendukung wireless mode. Namun bagi yang kamera atau flashnya tidak mendukung fitur tersebut jangan kecil hati karena kini banyak dijual wireless trigger dan receiver dalam paket yang terjangkau.

TIPS CARA MENGHEMAT BATTERY KAMERA POCKET

TIPS CARA MENGHEMAT BATTERY KAMERA POCKET - Saat sedang berwisata ke tempat yang dipenuhi dengan pemandangan yang indah, rasa ingin mengabadikan setiap panorama indah tersebut pasti akan muncul dalam benak setiap orang. Namun terkadang ada juga rasa was-was, terlebih jika baterai kamera yang dibawa hanya satu-satunya. Jika baterai kamera sampai habis, maka habis sudah kesempatan untuk mengabadikan setiap momen istimewa di tempat tersebut. Bagi mereka yang gemar berwisata dan tidak memiliki baterai kamera cadangan, tips berikut ini tentu akan sangat berguna dalam menghemat baterai kamera pocket.


TIPS CARA MENGHEMAT BATTERY KAMERA POCKET

Matikan Fitur-fitur yang tidak Berguna
Untuk menghemat konsumsi baterai, sebaiknya matikan saja beberapa fitur yang tidak atau jarang digunakan. LCD adalah salah satu bagian kamera yang memakan banyak daya listrik. Untuk mengurangi konsumsi daya LCD, usahakan untuk mematikan fitur ini. Namun hal ini tentu hanya bisa dilakukan untuk kamera yang memiliki viewfinder manual. Mematikan image stabilizer atau vibration reduction juga dapat menghemat baterai bahkan memungkinkan kamera untuk tetap bertahan hidup hingga 20% lebih lama. Fitur ini memang sangat bermanfaat. Namun jika dari awal Anda memang sudah berencana untuk mengambil banyak gambar, lebih baik fitur ini dimatikan daripada Anda harus cepat-cepat pulang hanya karena baterai yang Anda pakai sudah habis terpakai.

Setiap kamera tentu telah dibekali dengan flash. Flash ini memang sangat bermanfaat untuk memberikan pencahayaan tambahan. Akan tetapi penggunaan flash sesungguhnya memang sangat memboroskan baterai. Untuk itu jika memang tidak terlalu dibutuhkan, lebih baik flash dimatikan. Jika Anda memang membutuhkan pencahayaan tambahan, Anda bisa menaikkan setting ISO agar kebutuhkan akan flash dapat dikurangi. Pada beberapa kamera sudah terdapat fitur sensor cleaning. Fitur ini akan diaktifkan secara otomatis setiap kali kamera dinyalakan. Agar baterai tidak terkuras hanya untuk menyalakan fitur ini, sebaiknya matikan fitur sensor cleaning ini. Untuk mematikannya Anda bisa melakukan perubahan setting pada bagian menu konfigurasi kamera.

Memotret dengan Cerdas
Menghemat baterai kamera tidak hanya bisa dilakukan dengan mematikan beberapa fitur yang tidak berguna saja. Selain mematikan beberapa fitur yang jarang digunakan, Anda juga harus bersikap cerdas dalam penggunaan kamera. Cukup potret objek yang memang benar-benar menarik saja. Pikirkan betul-betul apakah objek tersebut memang ingin Anda jepret. Ingat kembali tujuan Anda membawa kamera. Momen seperti apa yang sebenarnya ingin Anda abadikan. Untuk itu usahakan untuk lebih selektif dalam memilih objek yang akan di foto. Tips supaya kamera poket hemat baterai berikutnya adalah dengan mematikan kamera setiap kali selesai digunakan. Saat ini kebanyakan kamera memang telah dilengkapi dengan fitur auto off. Namun jangan tunggu sampai kamera mati sendiri. Setiap kali selesai memotret suatu objek, sebaiknya langsung matikan kamera. Jika ada objek lain yang ingin difoto, barulah kamera dinyalakan kembali.

TIPS CARA MEMOTRET SUASANA KABUT

TIPS CARA MEMOTRET SUASANA KABUT - Memotret tidak semudah dengan apa yang dibayangkan. Obyek yang diambil sangat menentukan bagaimana teknik memotretnya. Jika Anda tidak menggunakan teknik yang benar, obyek yang terlihat mudah pun menjadi jelek hasilnya. Belum lagi jika Anda menghadapi obyek yang sulit. Namun sebagai seorang fotografer, Anda harus mampu mensiasati kendala tersebut. Terutama jika Anda dihadapkan pada suasana kabut. Kabut merupakan fenomena alam yang tidak dapat kita hindari.

Kabut sering dihindari oleh para fotografer karena dapat menyebabkan saturasi warna yang rendah. Selain itu, kabut juga dapat menyebabkan gambar yang tidak jelas dan terkesan datar. Obyek yang sebelumnya terlihat jelas dan cantik, menjadi tidak memuaskan hasilnya setelah dipotret. Selain itu, jarak pandang dari seorang fotografer dalam mengambil gambar obyek menjadi terbatas. Bagaimanapun, kabut tidak bisa Anda hindari dan mau tidak mau Anda harus menghadapinya. Yang Anda perlukan sekarang adalah trik agar Anda bisa mendapatkan gambar yang bagus dengan kabut. Obyek kabut ternyata dapat menjadi gambar yang artistik.

TIPS CARA MEMOTRET SUASANA KABUT

Meskipun terkesan merugikan, namun kabut justru banyak dimanfaatkan para fotografer. Biasanya fotografer ini adalah fotografer landscape. Mereka justru mengharapkan kabut turun terutama di pagi hari karena kabut dapat memberikan kesan misterius. Selain itu, kabut juga dapat meningkatkan efek ruang pada gambar. Justru kabut dapat menjadi efek kabur dari latar belakang secara alami. Namun tentu saja memotretnya harus dengan teknik tertentu. Berbeda dengan teknik memotret Anda pada waktu cuaca cerah.

TIPS CARA MEMOTRET SUASANA KABUT

Untuk mendapatkan foto dengan latar belakang kabut yang bagus, Anda bisa melakukan trik yang tepat. Pertama adalah Anda harus memperhatikan pencahayaan. Suasana kabut mempunyai pencahayaan yang lembut, hasilnya sama seperti ketika Anda menggunakan softbox berukuran besar. Agar hasil foto tidak terlalu datar dan memberikan kesan misterius, Anda harus mengatur mode kamera. Gunakan mode kamera A/Av, P atau S/Tv. Selain itu, gunakan kompensasi eksposur sekitar +1 stop. Ini dilakukan agar gambar yang Anda hasilkan terlihat maksimal.

Teknik untuk mendapatkan hasil yang bagus saat memotret suasana kabut dapat menggunakan teknik slow speed. Teknik ini dapat membuat penampilan kabut menjadi mulus. Ketika Anda menggunakan kecepatan rana lambat, gunakan tripod untuk mencegah getaran tangan Anda. Ini sangat perlu dilakukan untuk mencegah hasil foto yang kabur. Kemudian jangan lupa untuk mengatur kamera anda. Atur kamera Anda dengan diafragma kecil yang ditandai F angka besar. Pengaturan ini dilakukan untuk mendapatkan ruang tajam yang luas.

Pengaturan kamera selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah dengan menggunakan ISO sekecil mungkin. ISO yang kecil dapat memunculkan detail gambar kabut dan dapat mengurangi noise. Kemudian Anda juga harus memeriksa pengaturan kontrasnya. Jangan sampai ada perbedaan kontras yang terlalu tinggi. Anda bisa menggunakan filter gradual ND untuk mengurangi perbedaan kontras tersebut. Terakhir Anda bisa menggunakan lensa dengan focal length yang lebih panjang. Lensa focal length yang lebih panjang bisa menghasilkan kabut yang lebih tebal pada foto.

TIPS CARA MEMAKSIMALKAN LAMPU KILAT PADA KAMERA DSLR

TIPS CARA MEMAKSIMALKAN LAMPU KILAT PADA KAMERA DSLR - Recycling time merupakan waktu yang dibutuhkan oleh lampu kilat pada kamera kembali pulih untuk kemudian menembakkan kekuatannya secara penuh. Jika flash ditembakkan saat gelap maka, lampu ini memerlukan tenaga yang lebih besar. Tenaga tersebut digunakan untuk menerangkan subjek dan ruangan saat Anda memotret. Waktu standar yang dibutuhkan flash pada kamera untuk pulih adalah sekitar 5 hingga 6 detik namun bisa jadi lebih cepat atau mungkin saja lebih lambat.

Akan sangat wajar jika hasil jepretan Anda terlihat gelap walaupun menggunakan lampu kilat khususnya jika Anda memotret dengan cepat dan dalam waktu yang berturut-turut. Contohnya, Anda memotret setiap 3 detik dan dilakukan terus menerus. Dalam kasus seperti ini kekuatan flash pada kamera Anda akan semakin melemah dari sebelumnya. Perlu diketahui bahwa cepat dan lambatnya recycling time juga tergantung dari jenis lampu kilatyang Anda gunakan saat memotret.

TIPS CARA MEMAKSIMALKAN LAMPU KILAT PADA KAMERA DSLR

Selain pertanyaan mengenai lampu kilat, para pencinta fotografi khususnya yang masih pemula sering menanyakan mengenai penggunaan ISO. Mereka masih bingung apakah ISO perlu dinaikkan atau tidak saat menggunakan flash. Pada dasarnya, ISO memang mempengaruhi kekuatan flash. Selain itu, ISO juga akan mempengaruhi cahaya disekitarnya termasuk jika ada lampu disekitarnya.

Maka dari itu dengan menaikkan ISo maka lampu kilat akan terbantu khususnya jika lampu kilat tersebut berkekuatan rendah. Anda juga perlu menaikkan ISO karena cahaya disekitar objek foto Anda akan menjadi lebih terang. Jadi intinya, Anda tidak wajib menaikkan ISO pada kamera walaupun menggunakan lampu kilat namun jika memang dibutuhkan maka ada baiknya ISO dinaikkan agar hasil yang Anda dapatkan menjadi lebih maksimal.

Perihal lampu kilat ini memang tampak sepele khususnya bagi mereka yang tidak mendalami fotografi secara profesional. Namun, dengan adanya penjelasan di atas maka diharapkan Anda bisa menggunakan flash dengan tepat dan cermat sehingga hasil jepretan Anda akan semakin baik.

bookmark
bookmark
bookmark
bookmark
bookmark